Senin, 11 Maret 2019

Asal Mula Kelompen, Dongeng Anak Belanda

Dongeng anak asal mula kelompen berasal dari negeri Belanda. Alkisah, pada zaman dahulu di Negeri Belanda ada seorang pencari kayu bakar baik hati bernama Van Eyck. Pekerjaannya sehari-hari merupakan mencari ranting-ranting pohon di hutan untuk kemudian Ia jual di Pasar.

 Asal Mula Kelompen, Dongeng Anak Belanda


Van Eyck mengenal bahwa para peri hutan tinggal di pepohonan, oleh sebabnya Ia tak sempat memangkas pohon sebab tak mau para peri kehilangan tempat tinggal. Cukuplah baginya mengambil ranting-ranting kayu di hutan untuk dipasarkannya di pasar. Para peri hutan sangat menyukai Van Eyck, sampai sebuahhari, seorang peri hutan meminta Van Eyck untuk memangkas pohon tempat tinggalnya.

“Pohon ek tempat tinggalku telah tua, Van Eyck. Sebaiknya engkau memangkas pohon ini sebelum tumbang ditiup angin. Engkau ambillah potongan-potongan kayu yang menurutmu keren. Jemurlah kayu-kayu tersebut sampai kering. Lalu simpanlah di rumahmu. Selebihnya dapat Kau jual di pasar sebagai kayu bakar.” kata sang peri.

Van Eyck mematuhi permintaan peri hutan. Seusai memangkas pohon ek tua tersebut, Ia mengumpulkan potongan-potongan kayu keren untuk disimpannya di rumah. Diam-diam pada malam hari, tanpa diketahui oleh Van Eyck, peri-peri hutan masuk ke rumahnya. Para peri menyihir potongan-potongan kayu tersebut menjadi sepatu-sepatu kayu cantik.

Keesokan harinya Van Eyck terkejut menonton keajaiban kayu-kayu miliknya menjadi sepatu-sepatu cantik. Ia kemudian menjual sepatu-sepatu tersebut di pasar. Masyarakat nyatanya sangat menyukai sepatu-sepatu buatan peri tersebut.

“Apa nama sepatu kayu ini?” tanya seorang wanita cantik pada Van Eyck.

“Namanya kelompen.” jawab Van Eyck.

“Aku membeli satu. Baru hari ini Aku menonton sepatu cantik semacam ini.” kata wanita cantik tersebut.

Sejak saat itu, Van Eyck menjadi penjual sepatu kayu kelompen. Terus lama terus tak sedikit orang membeli sepatu kelompen Van Eyck. Sampai akhirnya sepatu kayu kelompen menjadi salah satu ciri khas Negeri Belanda.