Selasa, 15 Januari 2019

Cerita Sapi dan Kancil

Berikut dongeng Si Kancil yang menceritakan kisah Si Kancil Serta Sapi. Cerita mengenai seekor buaya yang menggigit sapi tapi sapi sukses meloloskan diri dari buaya berkah kecerdikan kancil.

Di hutan tersedia sebuahpadang rumput luas, dihuni oleh keluarga Sapi. Mereka mempunyai seekor anak sapi yang tengah beranjak dewasa. Anak sapi mempunyai rasa ingin tahu sangat besar. Sebuahketika anak sapi menonton sebuah sungai. Ia meminta izin ibunya untuk berlangsung-jalan.

"Ibu, aku mau berlangsung-jalan di kurang lebih sungai. Boleh kan bu?" tanya Anak Sapi.

"Boleh anakku, tapi kau wajib berhati-hati. Tidak sedikit buaya di sungai. Kau jangan mudah percaya buaya nak." ibunya menasehati.

Anak Sapi dengan riang segera berangkat menuju sungai untuk bermain. Ia sangat bahagia menonton ikan-ikan kecil berenang kesana-kemari di sungai. Tiba-tiba saja ia mendengar teriakan minta tolong yang nyatanya seekor buaya. Pak Buaya terhimpit oleh sebuah pohon besar yang tumbang. Anak Sapi teringat bakal nasehat ibunya supaya berhati-hati dengan buaya.

"Tolong aku hai sapi yang baik." kata Pak Buaya.

"Ada apa Pak Buaya? Kenapa tubuhmu terhimpit pohon tumbang?" tanya Anak Sapi.

"Pada saat terjadi gempa bumi, tidak kusadari ada sebuah pohon besar di dekatku yang tumbang. Sehingga aku terhimpit pohon. Tolong lepaskan aku Anak Sapi baik." Pak Buaya memelas meminta tolong.

"Aku tidak mau menolongmu, sebab apabila engkau terlepas dari pohon itu engkau pasti bakal memakanku." Anak Sapi menolak menolong Pak Buaya.

"Apabila engkau tidak menolongku kini aku pasti bakal mati, sehingga aku berjanji tidak bakal memakanmu Anak Sapi." Pak Buaya memelas.

"Baiklah kalau begitu aku bakal menolongmu." kata Anak Sapi.

Anak Sapi kemudian dengan sulit payah mendorong batang pohon besar. Pak Buaya akhirnya terlepas dari himpitan pohon. Seusai terlepas, tiba-tiba saja mulut Pak Buaya menggigit kaki Anak Sapi. Anak Sapi pasti saja kaget.

"Aduh...Apa-apaan Pak Buaya? Kenapa menggigitku? Kau ingkar janji Pak Buaya! Aku rugi telah menolongmu." Anak Sapi marah.

"Diamlah Anak Sapi bodoh. Aku telah tiga hari tidak makan. Silahkan kau tanya binatang lain, mereka pasti bakal meperbuat faktor sama apabila ada di posisiku." Pak Buaya tidak perduli.

Kebetulan saat itu ada sebuah tikar lapuk amblas di sungai. Anak Sapi meminta pendapatnya seusai menceritakan pada tikar kejadian yang menimpanya. Tapi tikar justru membela Pak Buaya.

"Itu telah hidupmu hai Anak Sapi sehingga terimalah. Waktu aku tetap dalam kondisi baru, rutin digunakan oleh manusia. Tapi kini lihatlah aku dibuang di sungai begitu saja." kata Tikar Lapuk.

Tidak lama ada keranjang tua amblas di sungai. Anak Sapi menanyakan faktor sama pada keranjang tua tapi jawaban keranjang tua sama dengan jawaban tikar lapuk.

Kemudian timbul seekor bebek tua. Seusai Anak Sapi menceritakan persoalannya pada bebek tua, lagi-lagi si bebek justru membela buaya. Bebek tua berbicara ia melarikan diri sebab hendak disembelih oleh maapabilannya.

Cerita Sapi dan Kancil


Seusai bebek tua pergi, munculah Si Kancil. Anak Sapi menceritakan persoalannya pada Si Kancil. Pak Buaya tenang-tenang saja sebab yakin Si Kancil pasti membelanya. Si Kancil berbicara ia wajib tahu kejadian sebetulnya. Ia meminta Pak Buaya & Anak Sapi supaya mengulang kembali kejadiannya dari awal. Pak Buaya serta Anak Sapi setuju. Pak Buaya melepaskan gigitannya pada kaki Anak Sapi. Kemudian Anak Sapi mendorong kembali batang pohon ke tubuh Pak Buaya.

"Oh sehingga begitu kejadian awalnya." kata Si Kancil.

"Iya betul Kancil." kata Pak Buaya.

"Sekarang giliranmu hai Anak Sapi! Lepaskan batang pohon ini." kata Pak Buaya pada Anak Sapi.

Mendengar itu Si Kancil segera membisiki Anak Sapi supaya cepat melarikan diri. Anak Sapi sangat bahagia mengenal bahwa ini hanyalah akal Si Kancil untuk menolongnya melarikan diri dari Pak Buaya. Mereka berdua segera berlari kencang meninggalkan Pak Buaya yang tidak dapat bergerak terhimpit pohon. Mengenal faktor tersebut Pak Buaya sangat marah.

"Hai Anak Sapi! Hai Kancil! Mau kemana kalian? Tidak lebih ajar kau Kancil nyatanya ini tipu muslihatmu." Pak Buaya sangat marah.

"Rasakan dampaknya Pak Buaya! Kau tidak dapat dipercaya. Telah dibantu tapi malah mau memakan Anak Sapi. Selamat tinggal Pak Buaya." teriak Si Kancil.